Postingan

Membaca Menelisik Makna

Sesekali membacalah dengan serius hingga merenung dan bermuhasabah atas diri ini. Hingga sadar betapa kehidupan ini begitu dalam dimaknai. Memaknai kehidupan bukan hanya soal diri tapi juga oranglain. Bukankah yang penting lebih bermanfaat untuk sesama? Membaca kehidupan dari berbagai sisi. Jika lelah tengoklah mereka yang giat bekerja padahal sudah tak sepantasnya bekerja. Merasa beban terlalu berat lihatlah mereka yang menanggung beban lebih dari beban dirinya. Membaca makna kehidupan bukan hanya saat lelah.? Tapi saat apapun dimanapun. Saat menyaksikan dengan susahnya berbicara bahkan arah pembicaraan yg tak menentu. Cobalah membaca makna, sudahkah dirimu mengalami beban seberat itu. Saat menyaksikan orangtua renta dan masih bekerja keras.apakah kau hanya simpati dan tidak membaca makna hidup itu? Membaca makna dalam kehidupan tidak menunjukan apakah kau peduli atau acuh tapi membaca makna kehidupan adalab menyadari bahwa hidup sangat dalam untuk dimaknai.

Aksi Kebaikan

Bulan ramadhan memang bulan yang sangat ditunggu, sangat langka dan sangat istimewa. Rasa untuk berbagipun sangat tinggi. Maka manfaatkanlah momentum kebaikan ini.  Entah dibilang apapun tapi kembalikan pada niat pribadi. Kami melakukan ini bukan dari organisasi manapun. Jadi blusukan ini bukan semata-mata pencitraan. Hanya saja kami sadar bahwa momentum kebaikan harus dibiasakan. Beberapa bertanya, ini apa? Dari mana? Dari kami yang ingin berbagi. Kami bukan dari partai atau organisasi manapun pak/bu. Waah terimakasih dek, terimakasih. Sempat juga menyaksikan kakek tua yang ingin membeli makan tapi sudah habis, alhamdulillah kebetulan. Itulah kesempatan yg sangat tepat. Kami langsung berbagi dan ada rasa haru bahagia yang begitu luar biasa. Kami siapa? Kami hanya pemuda/i yang sedang reunian dan mengadakan buka bersama. Iya kita pernah sekelas sewaktu bersekolah di SMAN 1 Babelan. Kami tentu rindu dengan kenangan semasa sekolah dulu. Alhamdulillah pertemuan kami sekal...

Pertemuan

Gambar
Setiap hari dalam hidup pasti bertemu dengan sesorang. Entah sudah biasa, jarang, baru dikenal atau bahkan hanya sekedar melihat. Manusia yang memang makhluk sosial harus tau bagaimana lingkungan sekitar. Karena takan mungkin ada yg bisa bertahan seorang diri. Sudah fitrah kita semua saling membutuhkan satu sama lain. Walau kadang menyebalkan dengan tingkahnya tapi lebih menyedihkan ketika tak berada didekatnya. Intinya kita saling butuh. Jangan merasa bangga akan  kehebatan diri karena setiap manusia unik dan ada keunikan masing-masing yang kamu punya dan tidak tapi orang lain punya. Pertemuam dengan seseorang yang baru dikenal mungkim terasa canggung. Tapi pernahkah mengalami baru bertemu, baru kenal dengan waktu yang singkat kita sudah saling berbagi kisah dan tertawa bersama. Bahkan pertemuan yang sebentar meninggalkan kerinduan yang mendalam. Pernahnya sudah lama bertemu bahkan ada ditempat yang sama dalam beberapa waktu namun ketika perpisahan biasa saja dan mening...

[Roda Kehidupan]

Semua ada masanya Begitu banyak orang bilang Semua akan berputar Semua tiba pada waktu yang tepat Entah katanya, kataku atau kata mereka Hidup adalah tentang dirimu dan pikiranmu Biar orang berkata apa Biarkan saja Mengapa? Karena intinya adalah rencanaNya. Sudah itu saja. Jika takdirNya sudah pasti Maka siapapun dan bagaimanapun akan terjadi Baru pada akhirnya kita mengatakan Memang inilah waktu yang tepat Saat semua berjalan sesuai takdirNya Berterimakasih atas ketetapan takdir dan belajar banyak darinya Note: sahabat, semangat buat kita semua. By: Della Fauziyah 

Adakah yang lebih pahit dari kehilangan?

Saat mendengar kata kehilangan atau bahkan mengalaminya adalah sesuatu yang perih. Bagaimana tidak sakit, sedih, pilu karena kehilangan orang tercinta.  Kehilangan adalah rasa cinta yang bertepuk sebelah tangan. iya sakit karena kita merasa hanya menyayangi seorang diri. Tanpa balasan karena orang tercinta sudah pergi. Pun rindu yang terpenjara karena hanya bisa menangis tak bisa mendekap saat rindu membuncah. Kehilangan adalah berpisahnya dengan sesuatu yang sebelumnya ada dan sekarang tidak ada.   Apakah kehilangan merindukan? Bukan dengan kehilangannya tapi atas apa yang dihilangkan. Sejujurnya saya merenung akan peristiwa yang membuat kehilangan seseorang yang dicinta tapi adalagi kisah yang membuat perih yaitu tidak ada seseorang yang dikhawatirkan tentang kehilangan. "Lebih baik kehilangan sesuatu karena ALLAH" daripada "kehilangan ALLAH karena sesuatu" Marah, diam atau berteriak akan kehilangan? Mungkin ya dengan diri sendiri dan keadaan....

Kutipan

Jika membaca adalah ibadah maka menulis adalah dakwah. ~DellaFauziyah